• img
Kenalkan PC Liliput, NUC – Intel Asah Imajinasi Channel
Next Unit of Computing (NUC), Liliput PC 4 Inci

Next Unit of Computing (NUC) alias PC liliput tak lama lagi akan masuk ke pasar Indonesia. Desktop board 4 inci persegi dan tebal 1,5 inci tersebut rencananya mulai beredar di pasar komputer Indonesia pekan depan dengan harga mulai dari US$ 300. PC liliput ini telah dikenalkan channel Intel dalam Intel Channel Conference.

“NUC itu bukan cuma motherboard, dia sudah full PC dengan prosesor Intel Core i3 seperti Ultrabook dan dia low watt,” ungkap Sanny Villa, Head of Channel Sales Intel Indonesia. Seperti layaknya PC, untuk menggunakan kotak yang tak lebih lebar dari telapak tangan orang dewasa ini hanya dengan menghubungkan ke monitor.

Intel mengenalkan liliput PC kepada channel-nya dalam Intel Channel Conference. Caranya cukup unik. “Kami menunjukkan NUC di slide, kemudian kami bebaskan channel berimajinasi bisa jadi apa kotak itu,” kata Sanny kepada reporter SWA Online.

Ia menuturkan, imajinasi channel dalam konferensi tersebut sangat beragam. Ada yang memproyeksikan NUC sebagai digital signage, PC home, media TV, PC di mobil, pengganti Xbox, bahkan remote mobile gaming. “Wah berarti nanti saya tinggal install game-game di NUC, terus bisa saya mainkan di mana-mana, bisa saya mainkan di apartemen teman-teman juga,” tutur Sanny menirukan komentar salah satu channel Intel yang hendak menggunakan NUC sebagai remote mobile gaming.

NUC di Indonesia akan hadir dalam berbagai spesifikasi dalam dua tipe, yakni DC3217BY untuk Thunderbolt dan DC3217IYE untuk dual HDMI. DC3217BY mengunggulkan fleksibilitas dan customizable. Dengan teknologi wireless stream, NUC tipe ini dapat digunakan untuk memutar film, foto, dan game di rumah maupun di kantor. Tipe ini terintegrasi dengan 3 port USB, 1 HDMI, dan 1 port untuk Thunderbolt.

Sementara DC3217IYE mengunggulkan kemampuan untuk menampilkan dua display. Karena itulah Intel menanam 2 port HDMI pada tipe ini. Selain itu 3 port USB dan Gigabit LAN pun terintegrasi dengan NUC DC3217IYE. Jenis tersebut memang mengandalkan sisi visual dan performa.

Dibanderol US$ 300, konsumen bisa mendapatkan satu unit NUC ‘kosongan’. Untuk memperoleh NUC versi lengkap dengan WiFi, memori yang memadahi, dan Ensata, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam, di atas US$ 400 per unit. Melalui channelnya, NUC akan dipasarkan baik ke institusi dan ke end-user secara langsung. Liliput PC ini mendukung layar sentuh maupun layar konvensional.
Source: swa.co.id

Jakarta (ANTARA News) - Pameran teknologi informasi dan komunikasi, ICT Expo 2012, di Jakarta Convention Center pada 3 hingga 5 Mei ini lebih fokus menawarkan teknologi layanan bisnis dan solusi bisnis, bukan ditujukan untuk konsumen umum.

"Pameran teknologi lain ditujukan kepada konsumen, tapi ICT Expo memberikan teknologi layanan bisnis serta solusi bisnis, sehingga di sini bukanlah layanan belanja, tapi lebih kepada kebutuhan IT perusahaan," ujar Indra Putra, Direktur Utama PT ECMI, perusahaan yang menyelenggarakan ICT Expo 2012.

Pameran yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini memang tidak ditujukan untuk masyarakat secara luas, karena layanan bisnis dan solusi teknologi informatika yang ditawarkan memang diperuntukan untuk perusahaan, ujar Indra di Jakarta, Jumat.

"Masyarakat awam yang datang belum tentu mengerti dengan produk dan jasa layanan yang ditawarkan di pameran ini," ujar Indra.

ICT Expo 2012 diikuti hampir 300 perusahaan dengan 220 booth yang digunakan.

"Jumlah booth memang tidak sesuai dengan jumlah perusahaan yang ikut serta, karena ada beberapa perusahaan trading yang tergabung dalam satu booth," ujar Indra yang menjelaskan mengapa dalam beberapa booth terdapat lebih dari satu merk.

Indra juga menjelaskan bahwa jumlah peserta pameran pada tahun ini, meningkat dibandingkan dengan peserta dari dua tahun lalu yang tidak mencapai 200 peserta.

"Dua tahun lalu dunia masih mengalami krisis finansial, sehingga banyak perusahaan yang memangkas dana untuk promosi," ujar Indra.

(M048)

Editor: Suryanto
Source: www.antaranews.com
Logitech Touch Mouse M600 menggunakan teknologi laser grade tracking yang memungkinkan penggunaan di lebih banyak permukaan. (ANTARA News/Logitech Indonesia)

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan pembuat produk-produk pendukung perangkat digital, Logitech, meluncurkan mouse nirkabel (wireless) dengan permukaan sentuh, Touch Mouse M600.

"M600 merupakan mouse terbaru dari Logitech di mana pengguna dapat menggerakan navigasi hanya dengan menyentuh permukaan atas, tanpa menggeser mouse," kata Manajer Logitech Indonesia, Kurniadhih Sutanto, di Jakarta, Jumat.

Kurniadih mengatakan inovasi mouse M600 dilatarbelakangi kebiasaan pengguna perangkat elektronik genggam di Indonesia dengan perangkat ponsel pintar dan tablet.

Kemampuan navigasi mouse M600 Logitech, menurut Kurniadih, yaitu guliran (scroll), sapuan (swipe), dan selancar (surf) layaknya menyentuh layar perangkat eletronik genggam.

Logitech melengkapi produk mouse terbarunya dengan perangkat lunak Logitech SetPoint agar pengguna dapat melakukan pengaturan ulang batas area fitur 'klik'.

"Touch Mouse M600 ini juga dilengkapi perangkat penerima sinyal (receiver) kecil yang disebut Logitech Unifying," kata Kurniadih.

Kurniadih menjelaskan receiver itu mampu menghubungkan komputer dengan enam perangkat mouse dan keyboard sekaligus dengan satu koneksi universal serial bus (USB).

Produk itu tersedia di Indonesia mulai Mei 2012 dengan harga ritel 69,99 dolar AS (sekitar Rp650 ribu).

(I026)

Editor: Suryanto
Source: www.antaranews.com

JAKARTA,--Tak bisa dipungkiri, trend tablet memang mulai meningkat berkat kehadiran iPad. Apple memperkenalkan iPad pada 2010. Tapi, sejak itu, sejumlah produk tablet juga mulai bermunculan untuk menyaingi iPad.
Asus mengeluarkan Eee Pad Transformer TF101 ini bersamaan seiring dengan semakin meningkatnya tren tablet, juga trend sistem operasi Android. Tablet ini diproduksi untuk menyelaraskan pengalaman yang berbeda saat pengguna menggunakan tablet. Tapi, secara bersamaan juga bisa difungsikan layaknya netbook.
Ini disebabkan teknologi two in one, yakni berkat docking keyboard yang bisa disatukan dengan layar dan berfungsi layaknya netbook. Jika dilepas, pengguna bisa dengan leluasa menjadikan layarnya sebagai tablet.
Bila merasa bosan dengan papan keyboard, pengguna dapat melepaskan layar dan menggunakan keyboard virtual.
Secara umum, desain Eee Pad ini sebenarnya mengusung tablet Android kombinasi netbook dengan portabilitas. Namun, dari bobotnya yang mencapai 680 gram tanpa docking keyboard, benda ini terasa agak berat saat dibawa sebagai tablet.
Padahal, seharusnya perangkat ini hadir dalam bentuk tablet untuk mendukung dinamisasi penggunanya. Selain soal bobot, ketebalan dua bagian bila digabungkan menjadi perhatian khusus, karena sangat bercita rasa netbook.
Desain lapisan belakang tablet dan keyboard memiliki tekstur khusus, sehingga Eee Pad ini tidak terasa licin saat digenggam.
Ukuran layar 10 inci, juga cukup mewakili ruang layar yang optimal untuk multitouch. Dengan dilengkapi Scratch Free Corning Gorilla Glass menjadikan sentuhan lebih nyaman untuk memasuki menu atau men-swap aplikasi yang ada, dalam tampilan antarmuka yang muat hingga empat halaman, yang tetap bisa dikustomisasi.
Layar juga dapat dirotasi sesuai dengan keinginan pengguna, vertikal atau horizontal, dengan sensitivitas yang cukup cepat.
Dengan resolusi layar 1280x800 pixel, Transformer mengusung LED backlight yang nyaman untuk menelusuri layar menu dengan sentuhan tangan pengguna. Tambahan kamera depan 1,2 MP dan belakang 5 MP, cukup untuk membuat foto unik dan langsung dapat di-update ke jejaring sosial. Kamera juga dapat digunakan untuk membuat video maupun self portrait.
Source: www.ujungpandangekspres.com

MAKASSAR, UPEKS--Logitech memperkenalkan Logitech Wireless Mini Mouse M187, mouse mini berdesain unik seukuran saku baju yang mampu menghadirkan konektivitas wireless dengan tingkat keandalan tinggi.

Didesain dengan ukuran mini, Logitech Wireless Mini Mouse M187 dapat dengan mudah dimasukan ke dalam dompet, tas tangan, bahkan ke dalam saku baju sekalipun. Saatnya kini mengucapkan selamat tinggal kepada penggunaan mouse berkabel dan beralih menikmati kebebasan yang ditawarkan mouse wireless beserta beragam keunggulan lainnya seperti koneksi yang senantiasa dapat diandalkan, tanpa putus-putus atau mengalami keterlambatan.

Logitech Wireless Mini Mouse M87 juga dilengkapi dengan nano receiver. Pengaturannya sangat mudah dan tidak membutuhkan software apapun, cukup masukkan nano receiver ke dalam port USB dan mulailah pengaturan selanjutnya dengan menggunakan mouse. Nano receiver yang digunakan berukuran sangat kecil, selalu dapat dipasangkan pada porta USB Anda. Selain itu, nano receiver tersebut dapat disimpan di dalam mouse apabila Anda ingin menyabut dan memindahkannya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir kehilangan nano receiver.

“Logitech Wireless Mini Mouse M187 kemanapun Anda pergi bersama dengan notebook Anda. Semuanya menjadi mungkin dan mudah berkat ukurannya yang kecil serta siap untuk dimasukkan ke dalam saku,” ujar Kurniadi Sutanto, Country Manager Logitech Indonesia.
Mouse ringkas ini menghadirkan keleluasaan untuk mengakses jaringan wireless tanpa batas, bahkan, mouse tersebut memiliki kontrol dan presisi yang lebih baik dari touchpad notebook Anda.

Logitech Wireless Mini Mouse M187 tersedia dalam berbagai warna yang dapat dipilih sesuai dengan ekspresi serta gaya pribadi Anda. Di samping itu, kehadiran Logitech Wireless Mini Mouse M187 yang andal dan berkualitas tinggi masih dilengkapi dengan garansi selama 1 tahun. Keunggulan-keunggulan inilah yang menjadikan Logitech berhasil menjadi yang terdepan di dunia dalam menghubungkan Anda dengan beragam pengalaman digital yang diinginkan.
Source: www.ujungpandangekspres.com
>>