• img
Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban
Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban, Lubuk Ambacang terletak di Kecamatan Hulu Kuantan 37 Km dari Teluk Kuantan. Ketika berada di Lubuk Jambi ibukota Kecamatan Kuantan Mudik (22 Km dari Teluk Kuantan) bus anda akan bergerak menuju arah Kiliran Jao dan selepas Kota Lubuk Jambi bertemu dengan persimpangan satu simpang ke kiri arah Kiliranjao, disitulah tadi letaknya Terjun Guruh.

Jika dari simpang selepas Lubuk Jambi, bus kita akan bergerak ke kanan terus sampai sejauh 11 Km akan sampai ke Kota Lubuk Ambacang Ibukota Kecamatan Hulu Kuantan.

Dengan menaiki sampan bermesin (pompong) sejauh 4 Km anda akan melaluinya dengan kenyamanan arus sungai kadangkala tenang dan sunyi kadangkala ribut dengan gelombang arung jeramnya dilengkapi dengan pemandangan alam dan bukit-bukit yang terjal dengan hutan lindungnya yang masih asli.

Dalam perjalanan kita dapat menyaksikan binatang kera, berbagai jenis burung dan binatang lainnya seakan menyapa bagi pengunjungnya. Akhirnya sampailah ke lokasi Air Terjun “Tujuh Tingkat Batang koban”. Tujuh Tingkat maksudnya terdapat tujuh buah air terjun yang bertingkat, akhirnya sampai ke dasar sungai dan terus mengalir ke Sungai Kuantan yang mengairi sebagian besar daerah Kuantan Singingi.
Source: www.wisatanesia.com
7 Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula
Tegal Alun, Gunung Papandayan (Ambo Arphegio/ dTraveler)

1. Gunung Gede (Jawa Barat)

Tak diragukan lagi, Gunung Gede adalah favorit para pendaki pemula. Jalur Cibodas adalah yang paling terkenal, dengan trek yang landai dan pemandangan indah. Sepanjang jalan Anda akan menemukan tempat-tempat cantik seperti Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, juga air panas. Hingga nantinya, Anda akan tiba di Alun-alun Suryakencana sebagai salah satu padang bunga edelweis terindah di Indonesia.

Gunung dengan ketinggian 2.958 ini terletak di tiga kabupaten yakni Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Tiba di puncaknya, para pendaki akan disuguhi panorama eksotis Kawah Gede. Jika masih kuat, perjalanan bisa dilanjutkan ke Gunung Pangrango lewat jalur Kandang Badak.

2. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Jangan kira Kelimutu cuma terkenal oleh Danau Tiga Warna-nya. Justru, danau-danau inilah yang menjadi puncak dari Gunung Kelimutu. Terletak di Kabupaten Ende, gunung ini punya ketinggian 1.639 mdpl. Tak terlalu tinggi, sehingga sangat cocok bagi pendaki pemula. Anda bisa memulai pendakian dari Moni, sebuah desa kecil di lereng Gunung Kelimutu.

Dengan trek yang jelas dan cukup landai, pendakian akan terasa menyenangkan dengan panorama sekeliling yang indah. Pelepas lelahnya, tentu saja Danau Tiga Warna yang kecantikannya tersohor hingga mancanegara.

3. Gunung Ungaran (Jawa Tengah)

Gunung ini terletak di Kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. Sebelum mendaki Ungaran, para pendaki biasanya mengunjungi beberapa tempat wisata di lereng gunungnya. Ada Candi Gedongsongo, juga beberapa air terjun seperti Curug Semirang dan Curug Lawe.

Ada tiga puncak yang terletak sejajar, yaitu Gendol, Botak, dan Ungaran. Yang disebut terakhir itu adalah puncak tertingginya, 2.050 mdpl. Dari sini, pemandangannya sangat indah karena Anda akan dimanjakan oleh panorama dua arah. Di sebelah utara, terhampar Laut Jawa nan luas. Jika berbalik arah yaitu ke selatan, jajaran gunung akan memenuhi pandangan: Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, juga Sindoro.

4. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

Gunung yang terletak di Kabupaten Garut ini cukup tenar di kalangan pendaki pemula. Jalurnya cukup landai, pun pemandangannya indah. Sepanjang jalan, Anda akan disuguhi beberapa kawah belerang seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk.

Sebelum tiba di puncak, para pendaki akan dimanjakan dengan hamparan luas padang edelweis bernama Tegal Alun. Dari sini, perjalanan tak akan lagi terasa hingga Anda mencapai puncaknya di ketinggian 2.665 mdpl.

5. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Ada dua gunung yang mewarnai keindahan Kota Brastagi, yaitu Sibayak dan Sinabung. Gunung yang disebut pertama itu punya panorama eksotis, serta terkenal di kalangan para pendaki pemula. Puncaknya berada di ketinggian 2.212 mdpl, dan punya bentuk unik seperti tapal kuda. Oleh karena itu titik tertinggi gunung ini disebut Puncak Tapal Kuda.

Jalur favorit untuk mencapai puncak Gunung Sibayak adalah jalur Lima Empat. Disebut begitu karena berada di KM 54 dari Kota Medan. Sebelum mendaki, Anda bisa menyantap jagung rebus maupun bakar. Dari pintu masuk jalur hingga puncak Gunung Sibayak, perjalanan hanya memakan waktu 3-4 jam.

6. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Mendengar kata Ijen, yang terlintas di benak Anda pastilah panorama matahari terbit yang sangat cantik. Benar sekali, itu adalah salah satu alasan para pendaki menginjakkan kaki di gunung ini. Terlebih lagi, Gunung Ijen termasuk mudah untuk didaki. Puncaknya berada di ketinggian 2.443 mdpl, namun jalurnya cukup berat karena berpasir.

Gunung Ijen terletak di Kabupaten Banyuwangi. Tiap pendaki (baik pemula maupun profesional) tak akan mau ketinggalan melihat panorama matahari terbit. Anda bisa menyaksikan keindahan ini dari Kawah Ijen, dengan melewati jalur berbatu sepanjang 250 meter. Dijamin, Anda akan langsung jatuh cinta dengan keindahan gunung ini.

7. Gunung Lawu (perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur)

Gunung ini punya ketinggian lebih dari beberapa gunung sebelumnya, yaitu 3.265 mdpl. Tapi, pendakian tak akan terasa berat jika Anda memulainya dari jalur Cemorokandang. Sebelum memulai pendakian, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata yang berada di lereng gunungnya. Ada Tawangmangu, Cemorosewu dan Sarangan yang terkenal dengan danaunya. Selain itu terdapat dua komplek candi yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Ada tiga puncak yang mewarnai Gunung Lawu, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Tiap malam 1 Sura dalam tanggalan Jawa, penduduk lokal berziarah dengan cara mendaki sampai puncaknya. Pendakian ini tampak biasa saja, bahkan, beberapa wanita mendaki dengan berpakaian adat seperti kebaya. Tak heran, sebelum tiba di puncaknya, ada pedagang makanan alias warung yang selalu siaga.
Source: travel.detik.com
Di Puncak Samudera Awan Mahameru

Oleh Farida Indriastuti

Foto: 5cmthemovie

Merenda persahabatan tak mudah, liku itu dialihkan dalam medium film layar lebar garapan sutradara Rizal Mantovani. Diadaptasi dari novel menggugah Donny Dhirgantoro berjudul “5 cm”. Begitu juga filmnya berjudul sama, 5 cm. Alkisah, lima sahabat tanpa melewatkan perjumpaan di akhir pekan, hingga pergaulan liat itu menumbuhkan persaudaraan erat. Rasa itu merasuk ke lima jiwa; Zafran (Herjunot Ali), Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji).

Sang sutradara membangun karakter tokoh dengan keunikannya masing-masing. Si Zafran bak pujangga, setiap kata begitu puitik keluar dari mulut dan jiwanya. Ia pembaca buku-buku syair Kahlil Gibran, satu diantaranya Sayap-Sayap Patah. Genta, sosok perfeksionis dengan disiplin tinggi. Arial, bertubuh kekar [atletis] tapi takut perempuan, dan selalu gagap menghadapi kaum hawa.

Riani, si jelita yang piawai memendam cinta-- sekaligus menjadi penengah empat lelaki yang beradu mulut, dan tak lupa meminta kuah indomie Ian. Terakhir Ian, sosok yang selalu membuat tawa. Tubuhnya tambun, penyuka indomie rebus, permainan games, pemburu film porno, dan tergila-gila pada klub sepakbola Inggris, Manchester United. Alhasil, ia menjadi mahasiswa abadi.

Sontak kebosanan membuahkan sepakat, tiga bulan tak bertemu dan keluar dari zona nyaman. Tapi 14 Agustus nanti, mereka sepakat bertemu. Hingga tiga bulan berlalu dengan aktivitas masing-masing, tapi kerinduan tak padam. Tibalah perjumpaan itu, Genta mengirimkan pesan singkat untuk bertemu di stasiun kereta api Senen. Mereka bertemu dalam kegembiraan. Ditambah keikutsertaan adik Arial, si jelita Adinda (Pevita Pearce) yang manja dalam petualangan mereka.

Menelusuri jalur selatan kereta api Jakarta-Malang. Film ini menyajikan footage-footage indah yang menggoda, lansekap persawahan, sunset-sunrise yang muncul tenggelam. Di dalam riuh penumpang kelas ekonomi itu, semua mimpi berawal. Mereka merajut asa bersama, ketempat ‘misterius’ dan hanya Genta yang tahu. Tapi mereka percaya kalimat yang selalu terucap, “Kaki untuk berjalan lebih jauh, tangan untuk berbuat lebih banyak, mata yang menatap lebih lama, leher yang lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang bekerja lebih keras, serta mulut yang selalu berdoa”.

Barulah petualangan yang sesungguhnya. Di Malang, mereka melanjutkan perjalanan dengan mobil Jeep terbuka ke Ranu Pane, pos pendakian pertama Semeru. Lansekap alam yang indah, membentang luas. Gunung tertinggi di Jawa, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Mereka bertekad mencapai puncak Mahameru, tanah di atas samudera awan puncak tertinggi pulau Jawa.

Melalui jalur pendakian Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Kalimati hingga Arcopodo. Tak ayal, sutradara Rizal Mantofani menyuguhkan panorama dan lansekap alam yang luar biasa menggoda mata, footage-footage gugusan awan putih berarak, langit biru yang luas, hingga jajaran hutan hijau bak permadani. Lembah dan tebing yang curam. Air danau dan bunga-bunga edelweis yang menawan.

Pendakian ini bukan hanya menguji adrenalin atau kekuatan fisik, tapi menantang keyakinan jiwa (perjalanan hati). Meski melelahkan, tubuh gontai, kaki terluka bahkan nyaris kehilangan nyawa (tertimpa batu) sebelum mencapai puncak Mahameru yang berdebu. Mereka tetap mendaki dan menaklukkan gunung berapi aktif di Jawa itu hingga merah-putih berkibar 17 Agustus. Film ini menyajikan akhir cerita yang manis, namun juga menyisakan nilai-nilai nasionalisme dan persahabatan yang abadi. Jangan pernah takut bermimpi, raihlah mimpi itu!
Source: satulingkar.com
Mutya Hanifah - Okezone
Puncak Tertinggi Jawa Yang Ramai Dibicarakan Dalam Film 5cm
Ranu Kumbolo, danau di kaki Gunung Semeru (Foto: Adi Sunaryo/Flickr)

DALAM film 5cm yang beredar baru-baru ini, dikisahkan tentang lima orang sahabat yang mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa, puncak Mahameru di Gunung Semeru. Yuk simak, apakah kecantikan Semeru sama seperti yang digambarkan dalam film tersebut.

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut. Gunung berapi ini masih aktif hingga saat ini.

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Dari puncak Semeru, Anda bisa melihat gunung-gunung lain seperti Bromo, Batok, Watangan, Kursi, dan Widodaren.

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang.

Saat pendakian, Anda akn menemukan surga dalam perjalanan menuju puncak Semeru. Surga tersebut adalah Ranu Kumbolo, danau yang berada di kaki Gunung Semeru.

Biasanya pendaki akan beristirahat atau mendirikan tenda di Ranu Kumbolo. Pemandangan danau ini begitu indah, warna airnya biru berpadu dengan hijaunya perbukitan di sekelilingnya. Pemandangan paling indah di Ranu Kumbolo adalah ketika matahari terbit, yang sinarnya dapat Anda saksikan di sela-sela bukit, memantul di air danau.

Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa.

Pos selanjutnya bagi pendaki untuk beristirahat adalah Kalimati. Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Selain Kalimati, sebelum puncak biasanya pendaki beristirahat di Arcopodo. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak sebaiknya dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Pemandangan dari puncak ini sangat indah, bagaikan samudra di atas langit. Saat hampir mencapai puncak, Anda akan merasakan bagaimana berada di atas awan.

Hati-hati saat berada di puncak, karena Semeru masih sering mengeluarkan letusan dan gas beracun. Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor. Jangan lupa juga mengenakan baju tebal untuk mencegah hipotermia dan juga kacamata agar bisa melindungi wajah dari hujan abu.
Source: travel.okezone.com
Mendaki Gunung-Gunung di Indonesia Yuk!
Kawah Gede di Gunung Gede
MENDAKI gunung atau hiking dapat menjadi alternatif pilihan liburan bagi Anda dan keluarga. Liburan ini sangat baik bagi stamina tubuh, ditambah lagi dengan panorama pegunungan yang indah menambah semangat. Berikut beberapa wilayah pendakian yang dapat dijadikan tujuan pendakian Anda:

Gunung Lawu
Gunung yang terletak di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini cukup populer sebagai daerah pendakian. Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang, Tawangmangu, Jawa Tengah dan Cemorosewu, Sarangan, Jawa Timur. Terdapat 5 pos pendakian dari Cemorosewu, lintasan Cemorosewu lebih sulit namun lebih cepat sampai ke puncak gunung dan Telaga Sarangan dapat terlihat melalui pos 4.

Gunung Rinjani
Gunung yang terletak di Pulau Lombok, NTB ini memiliki ketinggian 3.726 mdpl. Gunung ini merupakan favorit bagi para pendaki karena panorama pemandangan di puncak gunung sangat indah. Dari puncak Gunung Rinjani akan terlihat panorama Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi, dan Gunung Tambora di Sumbawa. Selain itu, para pendaki akan disuguhi pemandangan panorama segara anakan yang sangat indah.

Gunung Sinabung
Gunung dengan ketinggian 2.460 mdpl ini terletak di Sumatera Utara. Gunung ini meletus di tahun 2010 dan mengakibatkan banyaknya pendaki yang mendaki gunung tersebut dikarenakan ingin melihat sisa-sisa erupsi letusan. Gunung Sinabung merupakan anak gunung raksasa Toba purba yang pernah meleteus 70.000 tahun yang dahsyat.

Gunung Merapi
Gunung yang baru saja meletus di tahun 2010 ini merupakan tempat pendakian populer bagi para pendaki. Untuk mencapai puncak gunung ini terdapat dua jalur pendakian: Selo, Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta. Dari jalur Selo waktu yang ditempuh untuk mencapai puncaknya sekitar 5 jam, sedangkan melalui Sleman waktu yang ditempuh adalah 6 – 7 jam.

Gunung Merbabu
Memiliki 7 puncak gunung, Gunung Merbabu banyak diminati para pendaki. Panorama savana dan matahari tenggelam merupakan magnet bagi para pendaki. Terdapat 4 jalur pendakian yang ada di Gunung Merbabu: jalur Wekas, Chuntel, Gentis, dan Thekelan.

Gunung Gede
Gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini terletak di kawasan yang strategis (dekat dengan Jakarta dan Bandung). Terletak di Bogor, Gunung ini memiliti titik awal pendakian yang terjangkau bagi pada pendaki. Ketika mencapai puncaknya, para pendaki akan disuguhi panorama Gunung Gede dan hamparan ladang bunga edelweiss.

Gunung Kelimutu
Gunung yang terkenal dengan danau tiga warnanya ini memiliki ketinggian 1.639 mdpl dan terletak di Nusa Tenggara Timur. Jalur pendakian yang dimiliki gunung ini cukup jelas dan landai sehingga cocok bagi pendaki pemula.

Gunung Ungaran
Gunung yang berada di Jawa Tengah ini terletak di pusat Kota Semarang. Sebelum mencapai puncaknya, para pendaki disuguhi objek wisata candi, lereng gunuung, dan air terjun yang sangat menarik, saat mencapai puncaknya, pendaki akan disuguhi panorama indah dua arah. Di sebelah utara akan disuguhi Laut Jawa, sedangkan dari arah selatan akan disuguhi rangkaian pemandangan gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro.

Gunung Papandayan
Gunung ini cukup terkenal bagi kalangan pendaki pemula karena jalurnya yang landai dan pemandangan yang tak kalah indahnya. Sepanjang jalan pendakian, pendaki akan disuguhi pemandangan Kawah Mas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Dengan ketinggian 2.665 mdpl, pendaki juga akan disuguhi keindahan hamparan bunga edelweiss.

Gunung Sibayak
Satu lagi gunung yang berada di Sumatera uTara, Gunung Sibayak. Gunung ini memiliki panorama yang eksotis dan terletak di ketinggian 2.212 mdpl. Karena bentuk gunung yang seprti tapal kuda,puncak gunung ini disebut Puncak Tapal Kuda.

Gunung Ijen
Gunung yang terkenal karena panorama matahari terbitnya ini terletak di Banyuwangi, Jawa Tengah. Gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl ini memiliki jalur yang cukup berat karena jalurnya yang berpasir. Panorama matahari terbit dapat terlihat jika Anda menyaksikan di Kawah Ijen yang sebelumnya harus melewati jalur berbatu sepanjang 250 meter.

Selamat mendaki
Source: matoa.org
Misteri Orang Pendek Di Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat tak hanya memiliki kekayaan alam. Tapi juga cerita unik, tentang "orang pendek" yang menjaga kawasan itu. Orang pendek adalah makhluk kecil setinggi 50 sentimeter yang bentuknya kombinasi manusia dan orang utan. Ia tidak berekor, tapi telapak kakinya menghadap ke belakang. Beberapa penduduk mengaku pernah melihatnya, tapi makhluk itu menghilang secepat kilat.

Jeremy Holden dan Debby Martir, dua turis asal Inggris, juga mengaku pernah melihat hewan itu sekilas. Mereka kemudian mengadakan penelitian di kawasan itu sejak 1995. WWF juga ikut mendanai penelitian untuk menyibak misteri orang pendek ini dan sejumlah kamera dipasang di hutan di kawasan ini.

Tapi hingga kini hewan itu tak kunjung ditemui. Walaupun tempatnya di jantung taman nasional, tidak terlihat ada "orang pendek". Justru burung - burung dan berang - berang yang berenang hilir mudik di danau. Kemungkinan binatang - binatang liar itu sudah pindah ke kawasan hutan yang lebih jauh ke dalam seiring dengan mulai banyaknya orang yang datang ke kawasan Danau Gunung Tujuh.

Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi ratusan tahun lalu. Panjangnya sekitar 4,5 kilometer dengan lebar sekitar 3 kilometer.

Menjelajahi Danau Gunung Tujuh, pengunjung bisa berenang dan berjalan di pinggiran danau. Pada bagian tepi danau terhampar pasir putih sepanjang hampir satu kilometer. Pasir putih ini biasanya tenggelam saat pemukaan air danau naik pada musim penghujan dan muncul ketika permukaan air danau turun pada musim panas.

Misteri Orang Pendek Di Danau Gunung Tujuh
Selain tempat wisata, kawasan Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati Taman Nasional Kerinci Seblat ( TNKS ). Berbagai jenis tumbuhan dan satwa, seperti harimau Sumatera, kambing hutan, rusa, tapir, dan beruang madu banyak ditemukan di sini. Jadi bisa berwisata sekaligus belajar.

Bila ingin ke Danau Gunung Tujuh, perjalanan bisa dimulai dari Kayu Aro. Ke Kayu Aro bisa menggunakan bus travel ke Kerinci dari Padang. Jadwal bus setiap hari dengan perjalanan 5 sampai 6 jam. Bila dari Jambi ke Kayu Aro bisa lebih lama, perjalanan memakan waktu 10 - 12 jam.
Source: www.belantaraindonesia.org
Oleh: Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Ini Dia 5 Gunung 'Berbahaya' di Indonesia
Gunung Raung, Jawa Timur (trekearth.com)

Foto Selengkapnya:
Gunung Cartenz, PapuaGunung Latimojong, Sulawesi SelatanGunung Leuser, Nanggroe Aceh DarussalamGunung Raung, Jawa TimurGunung Kerinci, Jambi

Indonesia terkenal dengan deretan pegunungan yang indah. Banyak di antaranya jadi tujuan pendakian gunung, tentunya dengan kesulitan yang berbeda-beda. Nah, 5 gunung ini tergolong 'berbahaya' untuk didaki, bahkan bagi yang profesional.

Tiap gunung punya keunikan masing-masing. Ketinggian, struktur, vegetasi, hingga jalur menuju puncaknya pun bervariasi. Bersyukur Indonesia punya deretan gunung indah untuk didaki. Tapi, beberapa di antaranya memiliki jalur yang cukup ganas. Butuh pengetahuan dan profesionalitas tingkat tinggi untuk bisa melewati alam liarnya.

DetikTravel pada Selasa (24/4/2012) berbincang dengan Harley Bayu Sastha, penulis seri buku 'Mountain Climbing for Everybody' sekaligus Redaktur majalah elektronik Mountmagz. Harley memaparkan 5 gunung yang tidak cocok untuk pendaki pemula. Unsur utamanya, tentu saja keselamatan.

"Mendaki kelima ini harus menggunakan jasa guide, atau minimal penduduk setempat yang hafal medan dan jalur," kata Harley.

Tapi jika Anda termasuk pendaki yang berpengalaman, kelima gunung ini bisa jadi referensi untuk pendakian selanjutnya. Keindahannya menantang!

1. Gunung Cartenz, Papua

Mustahil rasanya gunung tertinggi di Indonesia termasuk mudah untuk didaki. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak Cartenz adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang diselimuti salju abadi. Udara dingin tentunya menjadi kendala utama. Di lerengnya saja, suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius. Makin dekat dengan puncak, suhu bisa sampai 0 derajat Celcius!

Tak heran hipotermia dan AMS (Acute Mountain Sickness alias sakit ketinggian) menjadi kendala utama dalam pendakian. Oksigen yang tipis membuat semua pendaki mudah lelah, serta mudah mengalami halusinasi dan pusing kepala.

Tapi jika mencapai puncak Cartenz, berarti Anda berhasil menaklukkan satu dari Seven Summits. Ya, puncak Cartenz adalah salah satu dari tujuh titik tertinggi di dunia!

2. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan

Sebagai gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, Latimojong adalah gunung dengan kemegahan yang tak terelakkan. Gunung ini punya tujuh puncak, yang tertinggi bernama Rante Mario di ketinggian 3.680 mdpl. Medan yang dilewati cukup berat. Treknya curam, dan melewati hutan hujan nan lebat yang membuat kabut semakin pekat. Semakin mendaki, semakin udara dingin menusuk kulit.

Terkadang Anda harus melewati derasnya sungai hanya dengan berjalan di atas kayu tipis di atasnya. Di beberapa titik, para pendaki juga harus meniti pinggiran jurang dan berpegangan erat pada akar-akar pohon. Jangan lupa pakai sarung tangan jika tak ingin terluka!

Mencapai puncaknya butuh perjuangan ekstra keras. Setelah melewati beberapa bukit dan hutan lebat, Anda masih dihadapkan dengan tebing yang punya kemiringan ekstrim. Beberapa di antaranya mencapai 70 derajat! Oleh karena itu dibutuhkan beberapa peralatan separti tali-temali untuk bisa memanjatnya.

3. Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam

Empat jalur yang ada di Gunung Leuser dibuka langsung oleh tim Wanadri. Satu di antara mereka meninggal ketika menyeberangi sungai yang luar biasa deras. Sepertinya hal ini cukup membuat banyak orang merasa Gunung Leuser punya kesulitan tingkat tinggi untuk didaki.

Sebagai bagian Taman Nasional Gunung Leuser, puncak tertinggi gunung ini ada di ketinggian 3.404 mdpl. Untuk menuju puncaknya, dibutuhkan waktu 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Dikali dua jika dihitung perjalanan pulang. Pun sebelum mencapai puncak, Anda harus melewati tujuh gunung lagi!

Di hari ke-8 Anda akan tiba di Bipak Kaleng. Dinamakan begitu karena terdapat banyak kaleng bekas, sisa makanan yang didrop oleh helikopter bagi pendaki yang kehabisan perbekalan. Tapi tenang saja, dari sini, perjalanan 'hanya' 7-8 jam lagi menuju puncak.

Mengutip situs Belantara Indonesia, mayoritas vegetasi di Gunung Leuser adalah hutan hujan dengan tingkat kerapatan dan kelembaban yang tinggi. Harimau dan badak Sumatera masih banyak ditemukan di sini. Karena medan yang membahayakan, para pendaki harus mengurus perizinan dari beberapa pihak termasuk Kapolres Aceh Tenggara, juga surat keterangan pendakian dan surat keterangan dokter.

4. Gunung Raung, Jawa Timur

Gunung Raung menduduki tiga wilayah yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puncaknya berada di ketinggian 3.332 mdpl, dilengkapi kaldera berbentuk lonjong dengan kedalaman sekitar 500 meter.

Di awal pendakian, jalanan berkelok dengan kontur naik-turun hingga ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Setelah itu, pendakian mulai sulit. Trek semakin terjal, dan jalur semakin sulit terlihat. Semak-semak pun tumbuh sangat lebat.

Puncak Raung disebut 'Puncak Sejati'. Untuk mencapainya, para pendaki harus melakukan panjat tebing dengan tali-temali. Treknya sangat sulit, dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

Terlepas dari itu, Gunung Raung juga terkenal angker. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama posnya, yaitu Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.

5. Gunung Kerinci, Jambi

Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, 3.805 mdpl. Gunung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat. Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam.

Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk bermalam di ketinggian kurang dari 1.500 mdpl. Hal ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera. Binatang-binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan.

Ketika tengah berkutat dengan trek terjal, angin dingin pun senantiasa menghampiri. Para pendaki pun jadi cepat lelah dan menggigil, membuat seluruh tubuh menjadi kaku. Tak jarang hujan es pun terjadi, sehingga hiportermia menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.
Source: travel.detik.com
Grand Canyon Terbentuk 60 Juta Tahun Lalu
REUTERS/"PRLM" GRAND Canyon di Arizona di wilayah barat-laut Amerika Serikat.*

WASHINGTON, (PRLM).- Terbentuknya Grand Canyon di Arizona di wilayah barat-laut Amerika Serikat terjadi lebih dari 60 juta tahun lalu, demikian hasil satu studi yang dipimpin oleh University of Colorado Boulder.

Studi itu, yang disiarkan Jumat (30/11/12) pada jurnal Science, mengatakan satu analisis mengenai biji-bijian mineral yang diambil dari dasar bagian barat Grand Canyon menunjukkan biji-bijian tersebut tertanam pada sekitar 70 juta tahun lalu, saat dinosaurus berkeliaran dan mungkin juga pernah mengintip wilayah tersebut.

Para peneliti menggunakan metode penanggalan yang memanfaatkan pembusukan radioaktif uranium dan atom torium sampai atom helium di dalam mineral fosfat yang dikenal sebagai apatit. Atom helium terkunci di dalam biji-bijian mineral saat zat itu menjadi dingin dan bergeser lebih dekat ke permukaan selama pembentukan Grand Canyon.

Variasi temperatur di tingkat dangkal di bawah permukaan Bumi dipengaruhi oleh topgrafi, dan sejarah panas yang tercatat oleh biji-bijian apatit memungkinkan para peneliti menduga berapa banyak waktu telah berlalu sejak terjadinya penggalian alamiah di Grand Canyon.

"Penelitian kami menyiratkan Grand Canyon digali secara langsung sedalam beberapa ratus meter dari kedalaman jaman modernnya sekitar 70 juta tahun lalu," kata Asisten Profesor University of Colorado Boulder Rebecca Flowers di dalam satu pernyataan. (A-88/xinhua)***
Source: www.pikiran-rakyat.com
Gunung Meja Resmi Jadi Tujuh Keajaiban Dunia
Metrotvnews.com, Cape Town: Gunung Meja atau Table Mountain di Afrika Selatan secara resmi dinobatkan sebagai salah satu tujuh keajaiban alam dunia baru. Pemerintah setempat pun berharap gelar itu mampu membawa manfaat ekonomi yang besar ke daerah tersebut.

Gunung yang berada di puncak Cape Town dinobatkan sebagai salah satu keajaiban alam tahun lalu, setelah sebuah jajak pendapat global yang memungkinkan siapa pun di dunia untuk memilih melalui telepon, pesan teks, atau jaringan media sosial.

Wali Kota Cape Town Patricia de Lille memperkirakan Gunung Meja bakal membawa manfaat yang luar biasa pada sektor ekonomi dan sosial-ekonomi. Dampaknya pun sudah mulai terlihat. Para pejabat mengatakan mereka menerima peningkatan jumlah pengunjung ke gunung tersebut sejak November 2012.

"Gunung Meja bukan hanya latar belakang spektakuler untuk Cape Town, salah satu kota yang paling indah di dunia, tapi juga menawarkan pengunjung pengalaman unik berjalan di atas gunung dan menikmati pemandangan paling menakjubkan," kata Bernard Weber.

Gunung itu menawarkan pemandangan Samudera Atlantik dan merupakan bagian dari taman nasional.

Table Mountain merupakan ikon Afrika Selatan dan satu-satunya situs alami di planet ini yang memiliki konstelasi bintang yang diberi nama sama: Mensa, yang berarti 'meja'. Gunung berpuncak datar ini telah bertahan 6 juta tahun melalui erosi dan merupakan tempat tinggal kerajaan flora kecil tapi terkaya dengan lebih dari 1.470 spesies bunga.

Gunung Meja memiliki sejumlah besar spesies langka dan terancam punah. Ini adalah situs yang paling dikenal di Cape Town, pintu gerbang Afrika, karena puncak datarnya yang unik dan mencapai 1.086 m.

Gunung Meja bergabung dengan hutan hujan Amazon, Vietnam Halong Bay, Iguazu Falls Argentina, Jeju Island Korea Selatan, Komodo di Indonesia, dan Puerto Princesa Underground River Filipina sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru.(Smh.com.au/MI/ICH)
Source: www.metrotvnews.com
Inilah Aturan dan Rute Pendakian ke Gunung Semeru
Para pendaki yang sedang berkemah di dekat danau Ranu Kumbolo, Malang, Jawa Timur, 1-7, 2012. Rabu Kumbolo merupakan salah satu dari enam danau yang ada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Tempo/ABDI PURMONO

TEMPO.CO , Malang: Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, menyatakan banyak insiden kecelakaan yang dialami pengunjung di dalam kawasan TNBTS, terutama saat mendaki dan saat menuruni Gunung Semeru, akibat kelalaian korban.

"Dalam pengalaman dan catatan kami, mayoritas kecelakaan yang dialami pengunjung, terutama pendaki, karena mereka mengabaikan peringatan kami. Rambu-rambu sudah kami pasang tapi tetap saja dilanggar," kata Ayu kepada Tempo, Rabu, 31 Oktober 2012.

Rata-rata pengunjung memasuki wilayah TNBTS tanpa informasi dan pengetahuan cukup tentang peta dan karakter alam taman nasional. Kebanyakan modak nekat dan semangat saja. Para pendaki misalnya, mayoritas tak paham rute dan karakter tiap rute pendakian. "Kalau anak-anak pecinta alam relatif lebih siap dan paham aturan mainnya," ujar dia.

Akibat kelalaian itu, dalam waktu kurang dari lima bulan telah terjadi dua kecelakaan yang dialami pengunjung asal Malang. Akhir Juni lalu, seorang pemuda tenggelam di Ranu Regulo dan ditemukan tewas beberapa hari kemudian.

Sekarang seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya bernama Muhammad Firaz Awaluddin Iqbal dilaporkan hilang sejak Selasa sore. Iqbal hilang saat bersama tujuh temannya saat menuruni Gunung Semeru. Padahal, Iqbal dan kawan-kawan sudah melapor di Pos Ranu Pani dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak melewati Pos Kalimati.

"Pengunjung harus terus diedukasi agar paham aturan, rute, dan karakter rute pendakian. Untuk sementara, pendakian kami batasi sampai Pos Kalimati saja karena kondisi Gunung Semeru masih labil. Kawah Semeru itu rutin meletup-letup dan berbahaya. Kalau kembali normal, baru boleh naik sampai ke puncak," kata Ayu.

Berikut rute pendakian ke Gunung Semeru yang dicatat Tempo pada 30 Juni 2012 saat melapor di Pos Ranu Pani.

1. Resor Ranu Pani atau Pos Ranu Pani. Berada di ketinggian 2.200 meter dari permukaan laut (mdpl), Ranu Pani menjadi pos perizinan dan pengecekan bagi semua pengunjung. Pengunjung yang datang berombongan cukup diwakili pemimpin regu atau kelompok dengan menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk, daftar nama pengunjung, surat keterangan sehat, dan daftar barang bawaan pengunjung.

2. Landengan Dowo (2.270 mdpl). Berjarak 3 kilometer dari Ranu Pani dengan waktu tempuh 60 menit. Landengan menjadi lokasi jalur pendakian pertama yang didominasi pohon akasia.

3. Watu Rejeng (2.300 mdpl). Berjarak 5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 90 menit. Ini lokasi jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo, dengan panorama dinding batu setinggi sekitar 100 meter.

4. Ranu Kumbolo (2.390 mdpl), basecamp untuk beristirahat yang berjarak 10 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 180 menit alias 3 jam.

5. Oro-oro Ombo (2.460 mdpl), lokasi jalur pendakian ke Puncak Mahameru yang berjarak 10,5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 200 menit.

6. Cemoro Kandang (2.500 mdpl), berjarak 11,5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 245 menit. Cemoro kandang bervegetasi cemara gunung.

7. Jambangan (2.700 mdpl). Lokasi jalur pendakian yang didominasi pohon mentigi dan padang rumput atau sabana ini berjarak 13 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 330 menit.

8. Kalimati (2.800 mdpl). Basecamp untuk beristirahat ini berjarak 14,9 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 360 menit.

9. Arcapodo (2.900 mdpl). Basecamp terakhir ini berjarak 16,4 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam.

10. Puncak Mahameru (3.676 mdpl).

Pengunjung pun perlu mengetahui ketentuan biaya masuk yang harus dibayar di Pos Ranu Pani.

Pengunjung dikenai biaya masuk untuk kategori pendakian dan rekreasi. Untuk pendakian, tiap pengunjung biasa domestik dikenai biaya Rp 7.000 dengan rincian karcis masuk Rp 2.500, surat izin Rp 2.500, dan asuransi jiwa Rp 2.000. Pengunjung berstatus pelajar dipungut Rp 5.750 per orang dengan rincian karcis masuk Rp 1.250, surat izin Rp 2.500, dan asuransi jiwa Rp 2.000.

Sedangkan turis asing dipungut Rp 24.500 per orang: tiket Rp 20.000, permit Rp 2.500, dan asuransi Rp 2.000.

Perizinan untuk rekreasi lebih sederhana dan gampang. Item pungutan untuk rekreasi mencakup karcis masuk dan asuransi jiwa. Tiap pengunjung umum dipungut Rp 4.500, masing-masing Rp 2.500 untuk tiket masuk dan Rp 2.000 untuk asuransi jiwa. Pelajar dan mahasiswa dikutip Rp 3.250 per orang: karcis masuk Rp 1.250 dan asuransi jiwa Rp 2.000.

Sedangkan turis mancanegara yang mau berekreasi dipungut Rp 22 ribu per orang, dengan rincian tiket masuk Rp 20 ribu dan asuransi jiwa Rp 2.000.

ABDI PURMONO
Source: www.tempo.co
Adhia Azkapradhani - Okezone

Kawah Ijen dan G Land, Banyuwangi pun Kian Mewangi
Kawah Ijen di Jawa Timur (Foto: infowisataku)

JAKARTA - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapatkan penghargaan Travel Club Tourism Award (TCTA) 2012 dalam kategori The Most Improved Kabupaten. Dua pariwisata andalan yang menjadikan Banyuwangi kian "mewangi" hingga ke mancanegara, adalah Kawah Ijen dan G Land atau Pantai Plengkung.

Penghargaan TCTA 2012 diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi yang dinilai mampu mengembangkan sektor pariwisata lokal. Saat ini, Banyuwangi mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam sektror pariwisata. Bahkan, data menyebutkan jika tahun ini Banyuwangi berada di urutan ketiga daerah di Jawa Timur yang paling banyak diminati investor. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai potensi pariwisata yang sangat menguntungkan di Banyuwangi.

“Saat ini, Banyuwangi menjadi kota ketiga paling diminati investor setelah tahun sebelumnya hanya menduduki peringkat ke-31,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam konferensi pers malam penganugerahan TCTA 2012 di Auditorium TVRI, Jakarta, baru-baru ini.

Kawah Ijen dan G-Land atau Pantai Plengkung adalah dua dari banyaknya potensi pariwisata Banyuwangi yang sudah terdengar gaungnya hingga mancanegara. Keindahan danau belerang Kawah Ijen yang berwarna hijau toska dengan dikelilingi gunung berapi yang masih aktif membuat pengunjung terpukau.

Sementara itu, G-Land menjadi tujuan wisatawan mancanegara, terutama para surfer. Hal ini dikarenakan ombak di Pantai Plengkung merupakan salah satu dari tujuh ombak terbesar di dunia.

Akses perjalanan menuju kedua tempat tersebut terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerintah terus mengembangkan akses perjalanan utnuk memudahkan para wisatawan yang akan menuju Kawah Ijen ataupun G-Land. Abdullah berharap, di kemudian hari para wisatawan tidak perlu pergi melewati Bali jika ingin berlibur ke Banyuwangi.

Meningkatnya minat pariwisata ke Banyuwangi mengakibatkan aktivitas bandara pun semakin padat. Hal ini dikarenakan penerbagan menuju Banyuwangi, yang asalnya hanya dapat menggunakan satu buah maskapai penerbangan ukuran kecil, kini sudah berkembang.

"Sudah terdapat dua buah maskapai penerbangan yang dapat membawa penumpang dari Jakarta menuju Banyuwangi secara langsung dengan jadwal penerbangan yang konsisten setiap harinya. Selain itu, pelabuhan akan dikembangkan untuk mempermudah jalur masuk menuju Banyuwangi melalui laut," paparnya.

Usaha yang dilakukan pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkenalkan sektor pariwisata ke mancengara dilakukan pula melalui berbagai festival yang rutin diadakan setiap tahunnya. Pada akhir tahun ini akan ada dua festival yang digelar selama November. Tour de Ijen yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan digelar pada 7 hingga 9 November 2012 sedangkan Banyuwangi Ethno Carnival akan digelar pada 18 November 2012.
Source: travel.okezone.com
Adhia Azkapradhani - Okezone

Bandealit, Perpaduan Hutan dan Laut Jember nan Eksotis
Pantai Bandealit, Jember (Foto: Merubetiri)

PEMERINTAH Kota Jember, Jawa Timur, saat ini sedang gencar melakukan promosi ekowisata. Setidaknya, ada tiga destinasi yang siap menyambut semakin banyak wisatawan.

Tiga tujuan wisata yang kini gencar dipromosikan oleh Kota Jember, di antaranya Taman Nasional Meru Petiri, Pantai Bandealit, dan Cagar Alam Pulau Nusa Barong.

“Pemerintah bekerjasama dengan Taman Nasional Meru Petiri, selain mengembangkan wisata edukatif juga mengembangkan Pantai Bandealit,” kata Yudi Karyasetiawan, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, saat ditemui di JCC, Jakarta, baru-baru ini.

Pantai Bandealit memang berada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Petiri. Jarak yang ditempuh dari pusat kota menuju pantai ini sepanjang 35km. Jalannya yang masih bebatuan memberikan tantangan tersendiri bagi wisatawan yang ingin pergi ke Pantai Bandealit.

“Akses jalan ke Bandealit masih berbatu, tapi ini jadi tantangan tersendiri bagi wisatawan,” lanjutnya.

Perpaduan hutan, pasir putih, dan laut biru menawarkan sebuah pemandangan yang eksotis. Pantai inipun bersebelahan dengan Pantai Sukamade yang merupakan tempat penangkaran penyu.

Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pemerintah Kota Jember mengembangkan pariwisata ke Pulau Nusa Barong yang merupakan kawasan cagar alam.

“Untuk memperkenalkan ke masyarakat luas bahwa di Jember ada potensi pariwisata. Dari zona pemanfaatan, wisatawan dapat menikmati pemandangan pulau. Karena kawasan cagar alam, jadi perlu ada izin dari BKSDA. Pengunjung juga akan ditemani pemandu”, jelasnya.

Ketika memasuki cagar alam ini, wisatawan tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat mengubah habitat. Wisatawan hanya bisa menikmati pemandangan di zona pemanfaatan dengan menaiki perahu nelayan yang disewakan. Memancing menjadi kegiatan lain yang dapat dilakukan wisatawan di kota ini.

Untuk menjaga cagar alam ini, rombongan wisatawan dalam jumlah besar akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok kecil beranggotakan sekira 20 orang.
Source: travel.okezone.com
Mata Air di Owabong Daya Tarik Purbalingga
SISKA NIRMALA/"PRLM"SEORANG pengunjung sedang menikmati jernihnya mata air yang ada di Owabong.*

PURBALINGGA, (PRLM).- Ada yang menarik jika anda berkunjung ke daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Terdapat satu objek wisata di daerah kabupaten Purbalingga, yang rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Jawa Barat.

Tempat itu adalah mata air murni yang terletak di kawasan. Objek Wisata Air Bojong Sari (Owabong). Terdapat sekitar empat mata air di tempat tersebut, yang saat ini menjadi kawasan wisata Owabong waterpark.

Warga Jawa Barat ternyata cukup banyak yang sering berkunjung ke sana. Selain menikmati kawasan waterpark, mereka kerap mendatangi mata air tersebut, dan membawa pulang air kedalam kemasan botol-botol mineral yang sengaja mereka bawa.

Bagian Humas Owabong Agus Dwiantoro menuturkan, tidak diketahui alasan kenapa warga Jawa Barat yang berkunjung kesana selalu melakukan hal tersebut. "Mereka suka bawa pulang air, dan selalu harus pukul 4 pagi. Cuma orang-orang Jawa Barat saja seperti dari Ciamis, Tasik, dan lainnya," katanya, Minggu (14/10).

Tiga dari enam mata air di kawasan Owabong ternyata memang erat kaitannya dengan daerah Jawa Barat. Ini terlihat dari penamaan mata air tersebut yang menggunakan 'Ci' atau yang berarti cai. Tiga mata air tersebut adalah Cikupel, Cidandang, dan Cipawon.

Tiga mata air tersebut menjadi sumber mata air asli yang mengairi sekitar 11 wahana kolam renang yang ada di Owabong waterpark seluas 8 hektar itu.

Konon, Cidandang atau juga disebut mata air tuk dandang digunakan sebagai tempat mandi kamu lelaki yang ingin mendapatkan jodoh atau rezeki. Sedikitnya 2000 pengunjung mendatangi temat wisata tersebut setiap harinya. (A-197/A-147)***
Source: www.pikiran-rakyat.com
Obyek Wisata Budaya

Dalam Loka (The Old Palace)

Dalam Loka
Istana kuno tersebut terbuat dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III (sekitar tahun 1885 M). Saat ini digunakan/dimanfaatkan sebagai “Museum Daerah Sumbawa” tempat penyimpanan benda-benda sejarah Kabupaten Sumbawa. Istana ini merupakan dua bangunan kembar ditopang atas tiang kayu besar sebanyak 99 buah, sesuai dengan sifat Allah dalam Al – Qur’an (Asma’ul Husna). Di Dalam Loka ini kita dapat melihat ukiran motif khas daerah Samawa, sebagai ornamen pada kayu bangunannya. Miniatur Dalam Loka ini dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta..

Wisma Praja / Wisma Daerah ( Goverment House ) -

Wisma Praja
Merupakan Istana bangunan Belanda pada tahun 1932, tempat sebagai kediaman terakhir Sultan Kaharuddin III, melakukan kegiatan pemerintahan. Sekarang digunakan sebagai tempat penerimaan tamu – tamu agung dan kegiatan – kegiatan upacara / resepsi yang bersifat formal, serta pertemuan kepemerintahan lainnya.




Bala Kuning (The Yellow House) -

Bala Kuning
Bala kuning merupakan rumah tempat tinggal keluarga Sultan yang terakhir. Di sini dapat dijumpai benda-benda magis kerajaan, seperti : Bodong, Sarpedang, Payung Kamutar, Tear (tombak /lembing), Keris, Qur’an tulisan tangan oleh Muhammad Ibnu Abdullah Al-Jawi (+/- Tahun 1784) pada saat Pemerintahan Sultan Harrunnurrasyid II (1770 – 1790), yang selalu terpelihara dengan baik.



Dusun Pamulung -

Dusun Pamulung
Salah satu dusun yang termasuk dalam Wilayah Desa Karang Dima Kecamatan Labuan Badas, terletak sekitar 8 km dari kota Sumbawa Besar. Dusun ini merupakan lokasi desa wisata, karena di desa tersebut dapat disaksikan berbagai atraksi budaya daerah, seperti Karaci, Barapan Kebo, Tari-tarian tradisional serta musik tradisional.




Desa Tepal -

Desa Tepal
Desa tradisional yang terletak + 37 km dari pusat kota, masuk dalam wilayah Kecamatan Batu Lanteh. Desa ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan berkuda. Desa Tepal menyimpan banyak budaya tradisional , karena masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat dan Budaya Samawa. Ini dapat dilihat dari cara berpakaian, cara hidup dan bentuk rumah yang unik, sehingga desa ini disebut juga Desa Adat.


Desa Poto -

Desa Poto
Salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yang tetap memelihara kelestarian budaya daerah seperti tenunan tradisional, pembuatan gerabah dan atraksi permainan rakyat seperti pacuan kuda, karapan kerbau. Desa Poto yang letaknya di Kecamatan Moyo Hilir kira-kira 13 km dari kota Sumbawa besar dapat dijangkau dengan sarana transportasi darat yang senantiasa melayani trayek tersebut setiap hari.



Pulau Bungin -

Pulau Bungin
Lazimnya disebut sebagai pulau terpadat di dunia, karena kepadatan penduduknya +14.000 jiwa/km persegi. Dikenal juga sangat aman karena sejauh ini kehidupan masyarakatnya selalu rukun dan damai. Di pulau ini tidak akan ditemui lahan pertanian, perkebunan maupun peternakan. Lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk membangun runah tinggal. Untuk membangun rumah baru, mereka harus bergotong royong dengan cara menyusun batu karang yang telah dikumpulkan sebelumya. Ketiadaan lahan di atas membawa keunikan tersendiri, karena ternak kambing milik penduduk setempat tidak hanya memakan dedaunan, tetapi juga kertas, ikan laut, dan kain-kain baju yang telah robek. Pulau Bungin masih berada dalam wilayah Kecamatan Alas atau + 70 km dari kota Sumbawa besar. Untuk mencapai pulau ini tersedia perahu motor yang hilir mudik antara pulau Bungin dan Dermaga Alas atau melalui darat dengan kendaraan bermotor.

Pulau Kaung (Kaung Island) -

Pulau Kaung
Salah satu pulau perkampungan nelayan yang letaknya tidak terlalu jauh dari pulau Bungin. Untuk mencapai pulau ini tidak lagi menyebrangi laut, melainkan dapat dilalui lewat darat dengan mempergunakan kendaraan bermotor maupun naik dokar. Kerajinan rakyat yang terbuat dari kerang-kerangan dapat ditemui di pulau ini.





Dusun Talwa -

Dusun Talwa
Merupakan dusun pandai besi (Black Smith) yang tetap mempertahankan sifat tradisionalnya yang kental dalam pembuatan pisau, parang, cangkul, tembilang, dan sebagainya. Dusun Talwa yang oleh para wisatawan dijuluki sebagai Blingin Jerman ini terletak di Kecamatan Moyo Hulu, berjarak 14 km dari kota Sumbawa Besar.





Obyek Wisata Alam

Pantai Sili dan Maci -

Pantai Sili dan Mac
Obyek Wisata berselancar yang terkenal dengan konsistensi ombaknya terletak di Pantai Maci dan Pantai Sili. Kedua pantai ini dapat ditempuh melalui darat dengan perjalanan kira-kira 6 jam dari Kota Sumbawa Besar atau dengan penerbangan ke Kota Bima ditambah 1 jam dengan kendaraan bermotor. Kedua pantai ini sangat terkenal sebagai tempat berselancar dan setiap tahunnya bersama-sama dengan Kabupaten Dompu mengadakan perlombaan berselancar tingkat Dunia di Pantai Hu’u.

Pantai Saliper Ate -

Pantai Saliper Ate
Saliper berarti pelipur lara / penenang / penyejuk. Ate berarti hati. Sesuai dengan namanya Pantai Saliper Ate berarti pantai yang dapat menenangkan/ menyejukan hati pengunjungnya. Terletak sekitar 5 km ke arah Barat Kota Sumbawa Besar. Lokasinya mudah dijangkau dengan transportasi darat ( angkutan kota).





Pantai Kencana -

Pantai Kencana
Pantai Kencana yang jaraknya sekitar 11 km dari Kota Sumbawa Besar merupakan pantai yang cukup menawan. Dengan bentuk pantai yang melengkung dan di kedua ujung lengkungannya masing-masing memiliki rona tersendiri. Terutama di lengkungan bagian kanannya berdiri batu karang berbentuk alami dengan bolongannya yang setiap saat dicium ombak. Di sekitar pantai juga tersedia fasilitas-fasilitas wisata berupa cottage dengan bentuk bangunan khas daerah Sumbawa

Semongkat -

Semongkat
Obyek wisata alam pegunungan ini berada pada ketinggian + 450 meter di atas permukaan air laut, jaraknya 17 km dari Kota Sumbawa Besar. Jalan yang berbelok-belok dengan pemandangan perbukitan dan lembah-lembah ini dapat ditempuh dengan berbagai kendaraaan. Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang dan shelter.




Pulau Moyo ( Moyo Island ) -

Pulau Moyo
Terletak Sebelah utara Sumbawa dan di mulut Teluk Saleh dengan luas + 30 ha. Pulau Moyo memiliki obyek wisata darat dan laut yang indah dan alami. Hutan tropis pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius) yang dilindungi. Selain itu, pulau ini juga termemiliki air terjun bertingkat ai mata jitu. Wisata baharinya menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan menyelam (snorkling dan skuba diving). Bahkan mulai dari dermaga pulau moyo sudah dapat dilihat ribuan ikan kecil. Lady Diana dari kerajaan Inggris dan Prince William dari kerajaan Belanda pernah datang berlibur ke Pulau Moyo.

Pantai Ai Manis -

Pantai Ai Manis
Terletak di daratan pulau Moyo yang berpasir putih dan pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan tropikal fish-nya yang menawan serta hutan tropis yang ada di sekitarnya menjadikan Ai Manis sangat cocok bagi kegiatan camping, snorkling, dan sebagainya. Dari Ai Manis dapat disaksikan tenggelamnya Matahari (Sunset). Jalan-jalan di hutan tropis sekitar Ai Manis akan tersaji secara alami berbagai jenis flora dan fauna seperti rusa, sapi liar, babi hutan, burung koak kao, kakak tua dan burung gosong yang dilindungi. Tidak jauh dari Ai Manis terdapat gua kelelawar. Ai Manis dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dengan speed boat dari Ai Bari Kecamatan Moyo Hilir.

Liang Petang -

Liang Petang
Sebuah gua alam yang di dalamnya terdapat batu mirip manusia, balai-balai (pantar), alat tenun dan juga dipenuhi stalagmit dan stalagtit. Letaknya di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu dengan jarak 29 km dari Kota Sumbawa Besar. Tidak jauh dari gua ini terdapat pula gua kelelawar (Liang Bukal).





Liang Petang (Saleh Bay) -

Liang Petang
Merupakan gugusan berpasir putih dengan koralnya yang indah dan beraneka ragam ikan hias dengan airnya yang tenang, sangat cocok sebagai tempat berenang dan menyelam untuk melihat pemandangan bawah laut. Teluk Saleh merupakan perairan yang kaya dengan aneka ikan laut, seperti ikan kerapu yang hasilnya telah diekspor ke berbagai negara, antara lain Jepang, Hongkong dan Singapura. Dari Teluk Saleh tampak jelas Gunung Tambora yang mempunyai kawah (Caldera) terluas di dunia.


Data Lokasi Obyek Wisata Dan Tempat Rekreasi Di Kabupaten Sumbawa Tahun 2008

No. Nama Obyek Wisata Jenis Obyek Lokasi Desa/Kelurahan Kecamatan
1. Dalam Loka Istana Raja Sumbawa Seketeng Sumbawa
2. Bala Kuning Rumah Keluarga Sultan Seketeng Sumbawa
3. Saliper Ate Pantai (Taman Rekreasi) Labuhan Sumbawa Labuhan Badas
4. Batu Kuping Pantai Kel. BrangBiji Sumbawa
5. Tanjung Menangis Pantai, Goa Kel. BrangBiji Sumbawa
6. Pantai Tanjung Pasir Pantai (Snorkling) Pulau Moyo Labuhan Badas
7. Ai Manis Pantai (Snorkling) Pulau Moyo Labuhan Badas
8. Wisma Praja Istana Sultan Brangbara Sumbawa
9. Dsn Wisata Pamulung Dusun Tradisional Karang Dima Labuhan Badas
10. Pantai Gua/Tanjung Pengamas Pantai Karang Dima Labuhan Badas
11. Pantai Empan Pantai Dusun Empan Labuhan Badas
12. Ai Mata Jitu Air Terjun Labuhan Aji(Pulau Moyo) Labuhan Badas
13. Batu Gong Pantai Labuhan Badas Labuhan Badas
14. Pulau Moyo (Tj. Pasir) Pantai/Taman Laut/Taman Buru Labuhan Aji Labuhan Badas
15. Dusun Wisata Perung Rumah Tradisional Desa Pelat Unter Iwes
16. Semongkat Kolam Renang /Alam Dusun Semongkat Batu Lanteh
17. Desa Wisata Tepal Rumah Tradisonal Dusun Tepal Batu Lanteh
18. Pulau Dangar Taman Laut Labuhan Ijuk Moyo Utara
19. Dsn. Wisata Poto Pengrajin Tenun Desa Poto Moyo Hilir
20. Labuhan Sawo Pantai Desa Penyaring Moyo Utara
21. Ai Beling Air Terjun Desa Sempe Moyo Hulu
22. Liang Petang Gua Alam Desa Batu Tering Moyo Hulu
23. Ai Putih Air Terjun Desa Sempe (Kuang Amo) Moyo Hulu
24. Bendungan Batu Bulan Bendungan Batu Bulan Moyo Hulu
25. Sarkopagus Kuburan Tua Ai Renung (Batu Tering) Moyo Hulu
26. Teba Murin Air Terjun Lenangguar Lenangguar
27. Tiu Pasai Air Terjun Lape Lape
28. Pulau Ngali Pantai Labuhan Kuris Lape
29. Bendumngan Mamak Bendungan Mamak Lopok
30. Pantai Sekokat Pantai Labangka Labangka
31. Ai Panas Sumber Air Panas Maronge Maronge
32. Gili Setigi Pulau dan Pantai Labuhan Jontal Plampang
33. Telaga Lompa Danau Alam Pengunungan Muer Maronge
34. Liang Dewa Pegunungan/Pantai Labangka Labangka
35. Tiu Kulit Bendungan Simu Maronge
36. Gili Tapan Pulau Plampang Maronge
37. Jemplung Pantai Labuhan Jambu Tarano
38. Pantai Maci Pantai/Selancar Mata Tarano
39. Pulau Rakit Pantai Labuhan Jambu Tarano
40. Pulau Depi Pantai Labuhan Bontong Tarano
41. Brang Bako Pantai Jotang Empang
42. Teluk Saleh Pantai Labuhan Jambu Tarano
43. Pulau Raja Kepe Pulau/Pantai Empang Empang
44. Pantai Sili Pantai/Selancar Mata Tarano
45. Pantai Tero Pantai Jotang Empang
46. Makam Kerongkeng Kuburan Keramat Kerongkeng Tarano
47. Batu Gong Gong Terbuat Dari Batu Orong Bawa (Utan) Utan
48. Gili Bedil Pulau/Pantai, Alam Laut Labuhan Padi Utan
49. Gili Keramat Pulau/Pantai, Alam Laut Labuhan Padi Utan
Sumber : Disporbudpar
Source: www.pulausumbawanews.com
Wisata Alam Ke Curug Nangka Bogor
Pintu masuk kawasan Curug Nangka./ Foto: Susi TNOL
Bogor merupakan salah satu wilayah yang memiliki berbagai macam objek wisata, seperti Kebun Raya Bogor, Taman Safari Bogor, Taman Buah Mekarsari, Taman Bunga, Pemandian Air Panas, Curug, dan lain-lain. Dan, tak lupa kawasan wisata yang tak pernah sepi dikunjungi, khususnya di hari libur, yaitu kawasan Puncak, Bogor.

Nah, bagi Anda yang bosan dengan keramaian, namun ingin tetap bisa menikmati keindahan alam dengan udara yang lebih sejuk dan alami, ada baiknya berwisata ke kawasan curug (air terjun), seperti Curug Nangka.

Curug yang terletak di kaki Gunung Salak ini adalah sebuah kawasan wisata air terjun yang terletak di Ciapus, Bogor, Jawa Barat. Daya tarik utama Curug Nangka adalah air terjun yang mempunyai 3 tahap, dengan masing-masing memiliki ketinggian antara 10-20 m. Sejak 2003, Curug Nangka juga telah masuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Letak Curug Nangka ini tidak jauh dari pintu masuk, namun tersembunyi dan bisa dikatakan berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi.

Selain Curug Nangka, di kawasan ini juga dapat ditemui dua buah curug lagi, yaitu Curug Kawung dan Curug Daun. Lalu, kenapa kawasan ini disebut Curug Nangka? Pasalnya, menurut Encep, salah satu warga yang sudah berdagang puluhan tahun di Curug Nangka, dahulu di kawasan ini banyak terdapat pohon nangka.

"Terus Curug Nangka itu kan yang paling dekat. Dulu, Curug Kawung dan Daun itu belum bisa dilalui, karena orang penasaran pingin ke atas, lama kelamaan curug diatas dibuka untuk wisata," ujarnya.

Lokasi Curug Daun sendiri letaknya agak di atas dan harus melewati jalan dengan kondisi yang naik dan turun. Untuk mencapainya, dari Curug Nangka harus naik terlebih dahulu menyusuri pinggiran sungai. Jarak dari bawah sekitar 300 hingga 400 meter. Curugnya tidak terlampau tinggi, tetapi aliran airnya cukup deras. Ketinggian Curug Daun ini berkisar sekitar 6 meter.

Sedangkan lokasi Curug Kawung terletak di bagian hulu dari Curug Nangka. Jarak dari curug ini ke Curug Daun sekitar 1 km, dengan kondisi jalan setapak. Tinggi Curug Kawung ini sekitar 25 meter.

Dulu, pengunjung memilih Curug Nangka untuk sekedar mandi atau berfoto-foto, namun kali ini Curug Kawung lah yang sering dikunjungi. Mungkin karena Curug Kawung ini letaknya paling atas, sehingga airnya cukup deras dan masih bersih.

Camping Ground

Selain menyajikan tiga curug, di kawasan ini juga banyak sekali berkeliaran kera-kera liar. Jangan takut dulu, kera-kera ini tidak mencakar kok! Meskipun, terkadang mereka suka mendekati para pengunjung untuk mengambil makanan.

Disamping itu, di kawasan ini juga tersedia area camping ground atau berkemah. Kebanyakan yang kemping disini adalah para pecinta alam.

Kawasan ini juga menyediakan berbagai fasilitas seperti pos jaga, pondok kerja, loket karcis, tempat parkir, MCK, tempat duduk, ruang informasi dan tempat sampah. Selain itu, juga banyak dijumpai warung-warung yang menjajakan makanan.

Nah, untuk menuju Curug Nangka tidaklah sulit. Jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi, Anda bisa naik kendaraan umum trayek 03 jurusan Bogor-Ciapus dari Terminal Ramayana. Waktu tempuh sekitar 45 menit, yang dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang ±1,5 km. Namun, jika menggunakan kendaraan pribadi Anda bisa langsung sampai di lokasi melalui jalan dengan kondisi yang cukup baik.

Untuk tiket masuk, ada dua pintu masuk di Curug Nangka. Di pintu pertama Anda membayar Rp 5.000 per orang (sudah termasuk asuransi jiwa) dan pintu kedua Anda wajib membayar Rp 4.000 per orang. Sedangkan untuk parkir kendaraan, sebesar Rp 2.000 per kendaraan untuk sekali parkir.

"Dulu hanya satu tiket, sekarang dua kali bayar, yang pertama atau pintu pertama itu untuk Kecamatan Taman Sari dan Tenjolaya. Dan kedua itu tiket untuk Taman Nasional," pungkas Encep. **MS
Source: www.tnol.co.id
Wisata Pulau Tidung, Antara Mitos dan Sejarah
Pengunjung dapat menyaksikan keindahan pantai, wisata sejarah dan wisata alam bawah laut.

Pulau Tidung sebagai Gugusan Pulau di Kepulauan Seribu ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun asing.

Pulau terbesar di gugusan Kepulauan Seribu ini, terletak di utara daratan Jakarta atau barat daya pulau-pulau lainnya dengan luas lebih kurang 52 hektar dan didiami sekitar 5.000 jiwa.

Pulau Tidung sendiri dibagi atas 2 pulau yakni pulau tidung besar dan tidung kecil dimana ada sebuah jembatan yang membelah laut yang menghubungkan kedua pulau tersebut.

Sebagai obyek wisata bahari, pulau Tidung mulai dikenal masyarakat sejak 2010, karena keindahan pesisir pantai dan pesona 'Jembatan Cinta'-nya.

Sejak itu, Pulau Tidung mulai dijadikan alternatif wisata bahari menggantikan pulau Pramuka dan Pulau Pari di kepulauan Seribu.

Animo kunjungan wisata Pulau Tidung sendiri setiap harinya makin meningkat terlebih bila akhir pekan maupun hari libur. Tercatat, sekitar 750 ribu pengunjung datang ke pulau tidung sepanjang tahun 2010 dan meningkat hingga saat ini.

Pulau Tidung dapat ditempuh dari Jakarta Utara baik dari pelabuhan Muara Angke atau pelabuhan Marina Ancol. Untuk yang bertempat tinggal di Tangerang, bisa melalui Pelabuhan nelayan Wiro Saban.

Bila menggunakan perahu tempel (perahu kayu) waktu tempuh hampir 3,5 jam perjalanan, dengan biaya perjalanan relatif murah sekitar Rp35 ribu.

Kapal tersebut berangkat 2 kali sehari pukul 06.30 WIB dan pukul 13.00 WIB dari pelabuhan Muara Angke sedangkan jika melalui pelabuhan Marina, Ancol menggunakan kapal cepat.

Keindahan pulau Tidung dibanding pulau-pulau lain di gugusan kepulauan seribu memang dapat membayar susahnya transportasi untuk bisa ke pulau Tidung.

Indahnya pesisir pantai dan pesona 'Jembatan cinta' sebagai penghubung antara pulau Tidung besar dan Tidung kecil memiliki daya tarik tersendiri bagi pulau Tidung.

Selain itu, penikmat wisata sejarah juga dapat ditemukan di Pulau Tidung lewat makam Kerajaan Tidung yang terletak di Kuala Malinau, Kalimantan Timur yang bernama Raja Pandita.

Dari cerita masyarakat pulau Tidung, konon raja Pandita di buang oleh pemerintah kolonial Belanda ke pulau tersebut. Dari situlah nama pulau Tidung berasal.

Tahun 2011, dilakukan pemindahan makam Raja Pandita dari yang awalnya terletak di ujung barat ke area pemakaman saat ini.

Pemindahan makam tersebut dihadiri oleh keluarga Raja Pandita yang berasal dari Pulau Tidung dan aparat pemerintahan baik dari Kuala Malinau maupun dari Pulau Tidung dan Kepulauan Seribu.

Selain wisata sejarah, wisata bawah laut pulau Tidung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pulau Tidung.

Pesona bawah laut sekitar pulau Tidung juga menjadi referensi bagi wisatawan yang senang dengan kegiatan diving dan snorkling .

Dengan menyewa kapal nelayan sekitar Pulau Seribu dengan biaya Rp200 ribu dan alat selamnya Rp35 ribu - Rp50 ribu per orang, wisatawan dapat melihat keindahan alam bawah laut di Pulau Tidung.

Untuk penginapan sendiri pengunjung pulau Tidung dapat dengan mudah menemui rumah-rumah warga yang dijadikan penginapan (Guest House).

Biayanya pun relatif murah. Sebuah rumah dapat disewa dengan biaya Rp250 ribu sampai Rp500 ribu perkunjungan (2 hari diakhir pekan) dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi plus AC.

Untuk yang berniat mengelilingi pulau, bisa berjalan kaki maupun dengan menyewa sepeda dan becak bermotor (bentor) yang banyak tersedia.

Untuk tarif sewa sepeda motor berkisar Rp15 - Rp25 ribu perhari. Kalau untuk menyewa bentor pengunjung dapat mengitari pulau dengan biaya Rp20 ribu - Rp30 ribu.

Keindahan wisata bahari pulau Tidung, sebagai objek wisata bahari baru di Indonesia dapat menjadi referensi bagi pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan pesona alam di gugusan Kepulauan Seribu.

Penulis: Chairul Fikrie/Feriawan Hidayat
Source: www.beritasatu.com
Indonesia memang dikenal memiliki gunung-gunung berapi lengkap dengan pemandangan indahnya. Salah satunya yang paling tersohor adalah Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Gunung tertinggi ke-2 di Indonesia ini memiliki padang savana cantik di puncak gunungnya.Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya, Seperti yang dilansir eksplorasidunia.

http://www.transtiket.com/images/news/gunung%20rinjani.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3621/3327168061_ee29d43bdb.jpg

http://images.travelpod.com/users/wispywanderer/1.1294173541.rinjani-primate.jpg

Gunung Rinjani berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tepatnya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kawasana ini merupakan salah satu surga Indonesia karena eksotis alamnya yang begitu memesona. Bahkan tidak hanya dari lokal, wisatawan mancanegara pun banyak yang mendaki gunung ini.

http://www.lombokgilis.com/images/gunung.jpg

http://www.pioneerexpeditions.com/images/2007-Rinjani-041.jpg

http://gorinjani.com/wp-content/uploads/2011/07/DANAU1.png

Pendakian di Gunung Rinjani memang dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Namun, ketika sampai di puncak, Anda akan disuguhkan oleh pemandangan padang savana yang sangat indah. Belum lagi Danau Kawah Segara Anak yang memancarkan pesonanya. Benar-benar pemandangan yang sempurna!
Source: www.unic29.com
Ni Luh Made Pertiwi F | Kistyarini
Menikmati Weeken di Yogya dan Dieng
Kompas TV
Candi Prambanan, Yogyakarta

KOMPAS.com - Pada 2010, daerah ini dilanda duka akibat letusan Gunung Merapi. Namun bencana bertubi-tubi, tidak meyurutkan niat wisatawan untuk kembali berlibur di kota penuh kenangan ini, Yogyakarta.

Di dekat Yogyakarta, terdapat kawasan dataran tinggi Dieng yang juga menampilkan pesonanya tersendiri. Wisatawan yang tak pernah bosan dengan Yogyakarta, bolehlah mampir ke Dieng pula.

Yogyakarta bisa sejenak menjadi destinasi wisata transit kali ini. Lalu lanjutkan perjalanan ke Dieng, tempat tinggal para dewa. Mau tahu keseruan akhir pekan di Yogyakarta dan Dieng, simak perjalanan berikut.

Jumat. Setiap sudut Yogyakarta, seperti menawarkan keasikan sendiri untuk dinikmati, seperti keberadaan pohon beringin kembar yang terletak di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.

Mas Angin, begitu sebutan untuk pohon beringin kembar tersebut. Melewati celah di antara kedua beringin tersebut, menjadi keasyikan tersendiri. Eits, saat melewati, mata harus tertutup.

Masyarakat Yogyakarta percaya, jika seseorang bisa melewati dua pohon beringin tersebut dengan mata tertutup, maka niscaya permohonannya dapat terkabul. Tutup mata Anda, ucapkan keinginan, dan lewati beringin tersebut. Jika gagal, jangan berhenti mencoba.

Lanjutkan perjalanan menuju Dieng. Dari Yogyakarta, lama tempu sekitar 4 jam menggunakan kendaraan roda empat. Rute yang dilewati adalah Yogyakarta, Magelang, Temanggung, dan barulah tiba di Dieng.

Kabut yang turun serta udara yang cukup menusuk, akan menyambut kedatangan Anda di Dieng. Secara administratif, dataran tinggi Dieng berada di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara.

Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sendoro dan Gunung Sumbing. Konon, nama Dieng berasal dari dua gabungan kata dalam Bahasa Sansakerta “di” atau gunung dan "hyang" berarti khayangan atau tempat bermukimnya para dewa-dewi.

Jika digabungkan, Dieng merupakan pegunungan tempat para dewa-dewi bermukim. Bisa jadi Dieng menjadi tempat yang nyaman bagi para dewa, lantaran letaknya yang berada di ketinggian 2093 meter di atas permukaan laut.

Suhu di Dieng pun hanya berkisar 15 sampai 20 derajat celsius di siang hari dan 10 derajat celsius di malam hari. Bahkan pada musim kemarau, suhu bisa mencapai 0 derajat celsius .

Sungguh tempat bermukim yang sejuk dan nyaman. Oya, siapkan diri Anda untuk mengejar matahari terbit di langit Dieng.

Sabtu. Menjelang subuh, berbekal jaket tebal, taklukan Bukit Sikunir. Untuk mencapai puncaknya, Anda harus mengikuti jalan setapak sejauh delapan ratus meter. Di kala musim hujan, kabut akan senantiasa menemani perjalanan. Jadi, tetaplah berhati-hati.

Bukit Sikunir dipilih bukan tanpa alasan. Dari titik inilah, wisatawan bisa melihat matahari terbit dari balik Gunung Sumbing.

Matahari yang tampak di antara kabut itu dikenal dengan sebutan "silver sunrise". Tetapi jika Anda datang di saat musim kemarau, Anda akan bertemu dengan "gold Sunrise".

Dari puncak Sikunir, Anda bisa menyaksikan keseluruhan Dieng yang di kelilingi oleh Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Pemandangan yang luar biasa indah akan membuai mata Anda.

Menikmati matahari terbit akan lebih seru ditemani dengan sarapan dan segelas kopi hangat. Puas menikmati Dieng dari ketinggian, jangan langsung kembali ke penginapan.

Di kaki Bukit Sikunir, terdapat telaga. Namanya Telaga Cebong. Disebut Cebong, karena dilihat dari ketinggian, bentuk telaga ini menyerupai cebong atau anak katak.

Berdampingan dengan perkebunan kentang, paduan keduanya menciptakan panorama asri yang indah sekali. Kontur lansekap yang berbukit-bukit, tetap dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh para petani kentang dengan membuat kebun berundak.

Mata pencaharian masyarakat Dieng memang bertani atau berkebun kentang. Musim panen biasanya seminggu dua kali dan sekali panen bisa menghasilkan berkuintal-kuintal kentang.

Oya, jika Anda memutuskan bermalam di Dieng, Anda boleh mencoba menginap di rumah penduduk yang disewakan (homestay). Seiring makin dikenal sebagai destinasi wisata, Dinas Pariwisata Banjarnegara, kemudian membuka peluang bagi penduduk setempat untuk membuka usaha penginapan.

Dinas Pariwisata menetapkan sejumlah syarat bagi penduduk yang akan menyewakan rumahnya untuk wisata. Antara lain, rumah yang disewakan memenuhi unsur keamanan, kebersihan, dan kenyamanan. Bahkan si empunya rumah diharuskan berada di lingkungan rumah untuk menciptakan suasana kekeluargaan, ciri khas masyarakat Dieng.

Sampai saat ini, ada sekitar 46 penginapan yang berada di kawasan Dieng Banjarnegara, yang telah mendapat izin dari Dinas Pariwisata.

Ingin membawa buah tangan khas Dieng? Manisan Carica jawabannya. Ya, Carica adalah buah khas Dieng. Hanya tumbuh dengan keunikannya di Dieng.

Buah ini, tak beda dengan pepaya, namun bentuknya imut. Termasuk tumbuhan tumpang sari yang bisa tumbuh di mana saja. Carica lantas diolah menjadi manisan yang berpotensi ekonomis.

Kalau Anda berniat lebih lama tinggal di Dieng, silahkan mampir ke tempat-tempat yang tak hanya cantik di mata, tetapi juga menyimpan cerita yang kaya filosofi. Seperti, Kawah Sikidang, sebuah kawasan kaya belerang dan dikenal karena letak lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah seperti kijang.

Ada pula komplek Candi Dieng, yang diduga merupakan candi tertua di Jawa, yaitu Candi Arjuna dan Candi Bima. Anda bisa juga mampir ke Museum Dieng Kailasa, tempat disimpannya benda-benda purbakala seperti arca.

Nah saatnya kembali ke Yogyakarta. Anda bisa memilih kompleks Candi Prambanan untuk menikmati malam minggu di Yogyakarta.

Yogyakarta memang mashyur dengan berbagai peninggalan sejarah dan budaya, salah satunya adalah Candi Prambanan. Candi megah yang dibangun pada abad ke-9 ini, merupakan candi Hindu terbesar di indonesia dengan ketinggian 47 meter.

Komplek Candi Prambanan ini terdiri dari dari 3 candi utama. Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Pada malam hari, tepat pukul 19.30 di komplek Candi Prambanan, biasanya diselenggarakan pementasan Sendratari Ramayana.

Seperti kisah yang terukir di relief Candi Siwa yang bersambung menuju Candi Brahma.Wisatawan asing pun banyak terlihat di bangku penonton,dan terlihat sangat menikmati.

Minggu. Ingin menikmati wisata religi Lourdes, Perancis, ala Yogyakarta? Anda bisa berkunjung ke Sendangsono, tepatnya berada di Desa Banjaroyo, Kabupaten Kulon Progo.

Perjalanan selama 1,5 jam akan membawa Anda ke tempat berziarah umat Katolik yang dibangun secara bertahap sejak tahun 1974 dan dirancang oleh Romo Mangun.

Kompleks Sendangsono berdampingan dengan Gereja Katolik St. Maria Lourdess. Dari gerbang masuknya, pengunjung sudah disambut toko-toko penjual suvenir dan perangkat ziarah. Seperti lilin, patung Yesus dan Bunda maria, rosario, juga wadah untuk menampung air suci.

Arsitektur yang indah memesona pandangan mata. Wajar saja, jika pada tahun 1991, kompleks bangunan Sendangsono mendapatkan penghargaan arsitektur terbaik dari Ikatan Arsitek Indonesia.

Di kompleks ini pula dibangun 14 diorama, yang menceritakan proses penyaliban Yesus Kristus. Selain itu, patung Bunda Maria yang berasal dari Swiss, sungguh memperkuat kesan religius pada kompleks begitu terawat.

Para pengunjung Sendangsono tak kenal waktu saat berziarah. Oleh karena itu dibangunlah rumah-rumah panggung yang digunakan untuk tempat bermalam para berziarah.Tak jarang pengunjung non Katolik pun mengunjungi tempat ini sekedar untuk berwisata.

Hingga saat ini, para peziarah selalu menyempatkan diri untuk mengambil air suci dari mata air Sendangsono. Mereka percaya bahwa air ini mampu memberikan kesehatan bagi mereka. (Fitri Oktarini/Citrakalam Misiani Yoshef Wisnu) Sumber: Kompas TV
Source: travel.kompas.com
I Made Asdhiana
Anak Pintar, Yuk Wisata ke Mekarsari
DOK KOMPAS TV
Perahu Naga di Taman Wisata Mekarsari, Bogor.

CILEUNGSI, KOMPAS.com - Untuk menyambut pekan liburan sekolah, Taman Wisata Mekarsari di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, kembali menggelar Negeri Anak Berprestasi sebagai hadiah untuk seluruh pelajar Sekolah Dasar sederajat se Indonesia yaitu gratis masuk Taman Wisata Mekarsari mulai tanggal 17 Juni 2012 sampai 8 Juli 2012.

Bertema “Unforgettable Holiday”, pekan liburan sekolah ini juga memberikan apresiasi tambahan menarik untuk pelajar SD berprestasi yang memiliki nilai 8 atau lebih pada rapor terakhirnya. Selama 3 minggu, program yang dikemas dengan beragam aktivitas yang atraktif, menghibur, dan edukatif ini ditargetkan mampu mendatangkan 200.000 pengunjung.

"Syaratnya, datang dengan membawa fotocopy rapor terakhir," kata Putri Ayu Pratami, Public Relations Manager Taman Wisata Mekarsari, Jumat (8/6/2012).

Putri memaparkan, mereka yang memperoleh nilai 8 atau lebih sebanyak 5 buah memperoleh gratis tiket Gogo Train (kereta keliling). Nilai 8 atau lebih sebanyak 6 buah, gratis tiket Gogo Train dan tiket Pongo Show. Nilai 8 atau lebih sebanyak 7 buah, gratis tiket Gogo Train, tiket Pongo Show, dan tiket Perahu Naga.

"Nah, kalau ada yang mendapat nilai 9 atau lebih sebanyak 3 akan mendapatkan gratis tiket Gogo Train, Tiket Pongo Show, Tiket Perahu Naga. Khusus 150 orang pertama dengan nilai ini bisa memetik langsung melon unik di kebun," ujar Putri.

Menyambut liburan sekolah, Taman Wisata Mekarsari menyuguhkan acara Edutainment setiap harinya mulai dari panggung hiburan dan area edukasi seperti, bazar buah dan pernak pernik, menyediakan beraneka jenis buah dan hasil olahan buah seperti kripik dan manisan. Juga ada atraksi, Clown Mekarsari, Negeri Dongeng, Lion King Show, Garcy and Friend Performance dan Tari Kreasi.

Selain itu, menurut Putri, ada lagi Gema 1001 Tabulampot, yakni menampilkan berbagai tanaman buah dalam pot seperti jambu bol harman, sawo manila, abiu, alkesa, jambu air citra dan lainnya. Selanjutnya Fruit Show, kegiatan yang memberikan informasi tentang eksplorasi manfaat buah dan sayuran secara gratis dan dilengkapi dengan praktek, seperti menguji kandungan vitamin C pada buah, membuat pewarna dari buah, berkreasi dengan potongan buah, dan menciptakan energi listrik dari buah.

Paket lainnya, lanjut Putri, Family Camp Jambu, yakni paket berkemah untuk keluarga di area kebun Bisbul Country Side selama 2 hari 1 malam. Peserta kemah akan melakukan serangkaian aktivitas mulai dari berkeliling kebun, belajar menanam padi, melukis caping, memandikan kerbau, serta menangkap ikan.

Menurut Putri, Taman Wisata Mekarsari sudah dua kali menggelar Program Negeri Anak Berprestasi karena melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar saat pertama mengadakan program ini pada pekan liburan akhir tahun 2011. "Selain menambah kecerian liburan sekolah, program ini dimaksudkan agar memacu semangat belajar anak untuk mendapatkan nilai yang lebih bagus," katanya.

"Negeri Anak Berprestasi ini merupakan program yang dikemas lengkap dan memberikan nuansa liburan yang berbeda. Kami berharap dapat memberikan pilihan tempat berlibur yang tepat untuk masyarakat,” tambah Putri.
Source: travel.kompas.com
>>