• img

Proklamasi di Rengasdengklok

blog sauted | Kamis, 03 Januari 2013 | 18:49

Proklamasi di Rengasdengklok
cahayareformasi.com
Rumah singgah Bung Karno di Rengasdengklok, Jawa Barat.

Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan negara tercinta ini, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, pastinya tidak banyak yang tahu, jika Camat Rengasdengklok sudah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia sehari sebelumnya, yaitu pada 16 Agustus 1945. Bagaimana bisa?

Her Suganda, dalam bukunya berjudul: "Rengasdengklok, Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945," menceritakan; Rengasdengklok pada Kamis pagi, 16 Agustus 1945 sebenarnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan rapat evaluasi hasil pengumpulan padi dari daerah ini. Tempatnya di pendopo kawedanan.

Akan tetapi sebelum rapat dimulai, datang perwira PETA menemui Soejono Hadipranoto, soncho (camat) yang berwenang saat itu, dengan membawa kabar mengejutkan: Jepang sudah kalah perang! Karena itu, sebelum tentara Sekutu datang dan menguasai Indonesia, bangsa Indonesia harus sudah menyatakan dirinya Merdeka.

Sebagai satu-satunya penguasa di wilayah Rengasdengklok, jadilah para pemuda meminta Soejono Hadipranoto, untuk mengumumkan pernyataan kemerdekaan Indonesia dan mengibarkan bendera merah-putih saat itu juga.

Maka persiapan rapat pun berubah menjadi persiapan upacara. Bendera merah putih disiapkan, warga disekitar dan para peserta rapat dikumpulkan di halaman kawedanan, dan bertugas sebagai pengerek bendera adalah beberapa orang dari pasukan seinendan. Setelah segalanya siap, dipimpin soncho Soejono Hadipranoto upacara dimulai.

Pertama-tama bendera Jepang diturunkan, setelah itu Sang Merah Putih segera dikibarkan. Saat itu semua orang diam, tak ada suara yang terdengar seolah-olah mereka menahan nafasnya. Selanjutnya Soejono berpidatomengatakan bahwa Jepang sudah kalah perang namun tak lama lagi tentara Sekutu akan datang dan menguasai Indonesia.

Maka sebelum semua ini terjadi, bangsa Indonesia harus sudah menyatakan dirinya Merdeka, sebab kalau tidak, rakyat beserta kekayaan negara kita akan diserah-terimakan oleh Jepang sebagai pihak yang kalah kepada pihak Sekutu. Oleh karenanya, pada saat itu juga, diumumkan penyataan bahwa sejak saat ini; "Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Merdeka, yang berkuasa penuh dalam negaranya sendiri yang berbentuk Republik, Republik Indonesia."

Para pengunjung riuh rendah menyambut pidato itu, ada yang bersorak, ada yang bertepuk tangan, ada yang berteriak. Ada yang tertawa atau tersenyum saja, ada pula yang merasa tak percaya mendengarnya. Sesudah pidato, upacara pun selesai dan pengunjung dibubarkan (Kompas Media Nusantara, 2009).

Esoknya, mendengar Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta dengan mengatas namakan rakyat Indonesia, maka masyarakat Rengasdengklok semakin yakin akan tibanya Kemerdekaan Indonesia.

(Lily Utami, pemerhati sejarah dan budaya)
Source: kompas.com

Saat ini SAHABAT berada di area blog sauted dengan artikel Proklamasi di Rengasdengklok.
<< >>